
PATI, Siberjatengnews.com – Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, turut menyoroti berhentinya beasiswa Garuda untuk para mahasiswa miskin yang dikeluhkan oleh orangtua wali. Dirinya pun meminta kepada Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, untuk bertanggungjawab karena program tersebut merupakan usulan dari bupati Nonaktif Sudewo.
“Pak Plt kan tugasnya meneruskan tugas bupati sebelumnya, jadi kalau ada apa-apa ya harus bertanggungjawab,” pinta Ali, Rabu 8 Juli 2026.
Beruntung, Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pencairan Beasiswa Garuda yang tertunda selama tiga bulan akan dimulai pekan depan. Kepastian itu disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, usai menggelar audiensi dengan perwakilan mahasiswa dan orang tua penerima Beasiswa Garuda di Ruang Kembangjoyo, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (6/7).
Pemkab juga menegaskan program tersebut akan tetap dilanjutkan hingga para penerima menyelesaikan pendidikan.
Chandra mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan program beasiswa sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, seluruh mahasiswa penerima tetap akan memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda. Untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan tetap didapatkan sebagaimana sebelumnya. Kami juga sedang memperbaiki regulasi agar program ini semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Chandra.
Ia menjelaskan keterlambatan pencairan bukan disebabkan penghentian program, melainkan karena sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan baru tersedia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Selama ini, pembiayaan Beasiswa Garuda masih bergantung pada dukungan CSR sehingga belum memiliki kepastian pendanaan setiap tahun. (ADV – Siberjatengnews.com)

















