
Pati _Siberjatengnews “_Pada sa’at ini baru gencar gencarnya program revitalisasi satuan pendidikan Direktorat sekolah dasar maupun sekolah menegah pertama yang di anggarkan dari Kementerian pendidikan.
Nampak di beberapa sekolah dasar maupum sekolah menegah pertama yang sedang dalam tahap pembangunan rehabilitasi gedung demi kenyamanan dan keselamatan anak didik tenaga pengajar supaya terjaga lebih baik, aman, nyaman dan berkualitas,
Pada sa’at awak media melaksanakan tugas pokok sebagai kontrol sosial di sekolah dasar boloagung 01 kayen mendapati pembangunan gedung yang patut di duga tidak sesuai dengan r a b dan perlu di klarifikasi lebih lanjut kepada kabit disdik kabupaten pati yang punya kewenagan dalam pengawasan di bidangnya dan yang bertanggung jawab adanya program dari kementerian tersebut.
bagaimana tidak pembangunan tiang penyangga untuk kekuatan bangunan dindingnya tidak mengunakan cakar ayam alias menggantung di dinding tembok, dan seolah mengabaikan keselamatan dan kekuatan konstruksi.
Saat tim awak media di lokasi menanyakan hal temuan itu kepada pekerja Hal tersebut sudah mendapat tangapan dari pelaksana proyek ucapnya itu tambahan sendiri tidak ada dalam perencana’an dalam
r a b
Agar mendapatkan keterangan lebih lanjut awak media berusaha klarifikasi kepada pihak verifikasi yaitu kabit SD handayani karena pemasangan tiang penyanga tersebut tidak mempunyai kekuatan nampak menggantung tidak memakai cakar ayam nampak di lokasi.sabtu [8/11/2025)
pembangunan rehabilitasi tersebut mengunakan angaran APBN sebesar
(delapan ratus lima belas juta sembilan ratus lima puluh enam sembilan ratus delapan belas ribu rupiah).
Handayani selaku kabid SD yang membawahi dari dinas pendidikan kabupaten pati di klarifikasi Hal tersebut menjelaskan. Monggo konfirmasi sama pak fauzin mawon bapak. Kita satu pintu sama pak fauzin.” Jelasnya
Lanjut Handayani dalam via WhatsApp
Masalah revit satu pintu kemawon bapak sama pak fauzin . Karena saya orang baru juga baru belajar.” Jelasnya
Sedangkan pak fauzin sebagai kabit SMP yang membawahi SMP sekabupaten pati, dan tentunya sudah jelas ranah nya antara kabit SD dan kabit SMP mereka punya tanggung jawab masing masing dan fungsi masing masing.
Sangat di sayangkan oleh tim media hasil klarifikasi tersebut, karena Handayani selaku kabid sebagai fasilitator program tidak bisa memberikan klarifikasi jawaban yang profesional yang masuk di akal. sesuai tugas pokok dan fungsinya selaku kabid. malah Melempar kepada kabid yang lain.
Fauzin saat di temui oleh awak media di kantor DPRD pati setelah acara paripurna saat di klarifikasi atas statemen handayani yang katanya kalau ada apa apa langsung suruh temui dirinya, dirinya menjawab sayangat di sayangkan itu bukan urusan saya kita punya urusan dan tugas masing masing karena handayani itu selaku kabit SD Sedangkan saya sebagai kabit SMP,” pungkasnya.
Sampai berita ini di tayangkan handayani selaku kabit yang membawai SD se kabupaten Pati dan yang mem fasilitatori proyek anggaran dari kementerian pendidikan pusat terkait proyek proyek di Sekolahan SD belum bisa di temui dan saat di telepon tidak di angkat di wa tidak di respon.
Red….
















