
PATI — Pelaksanaan pekerjaan rabat beton di Desa Klayusiwalan, Kabupaten Pati, yang bersumber dari Dana Desa, kini memicu kecaman tajam dari masyarakat. Pasalnya, bangunan yang baru saja selesai dikerjakan ternyata sudah mengalami kerusakan parah secara menyeluruh dalam waktu yang sangat singkat.
Saat tim media turun ke lokasi dan menemui warga setempat, mereka menjelaskan dengan tegas bahwa pekerjaan tersebut baru selesai dikerjakan kurang lebih empat bulan yang lalu. “Belum genap empat bulan, namun rabat beton ini sudah pecah dan hancur di mana-mana. Kami sangat keberatan dengan hasil yang seperti ini. Ada apa sebenarnya dengan pekerjaan ini?” ungkap salah seorang warga dengan nada yang serius.
Kondisi kerusakan yang terjadi begitu cepat menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas bahan yang digunakan, mutu pelaksanaan pekerjaan, serta pengawasan yang dilakukan selama proses pembangunan berlangsung. Warga mempertanyakan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen proyek, atau justru ada ketidakberesan yang merugikan kepentingan masyarakat.
Oleh karena itu, warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pati beserta instansi terkait agar segera menurunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Warga menegaskan, jika dalam penelitian nanti ditemukan adanya penyimpangan atau kelalaian yang merugikan keuangan negara, maka pihak yang bertanggung jawab harus ditindaklanjuti secara tegas dan diproses oleh aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, yang merupakan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan dengan jujur dan transparan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus menghasilkan karya yang berkualitas, aman, dan tahan lama. Tidak sepatutnya hasil pembangunan yang dibiayai dari dana publik justru menjadi beban dan kerugian bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan untuk memberikan penjelasan yang berimbang dan transparan kepada publik.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi dan keluhan masyarakat yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Dugaan belum dinyatakan sebagai fakta hukum sampai dibuktikan melalui pemeriksaan resmi. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak-pihak terkait.
Tim liputan Siberjateng TV melaporkan.
Reporter: Santos

















