Kepala Sekolah SMP 1 Gembong Sepeserpun Tidak Ada Sisa dalam Penggunaan Anggaran Revitalisasi Sekolahan Yang Menggunakan Anggaran Sebesar 3,336 Miliar Terbesar Di Kabupaten Pati

by -355 Views
Tim awak media saat konfirmasi kepala sekolah di ruang kerjanya

PATI – Siberjatengnews _//Patut di apresiasi dan di acungi jempol kepala sekolah SMPN 1 Gembong dalam menjalankan Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 guna meningkatkan akses layanan pendidikan dan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu,

Program dari kementerian ini di fokuskan pada peningkatan sarana prasarana pendidikan antara lain rehabilitasi ruang kelas, membangun gedung baru hingga penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran.

Sekolah yang mendapat bantuan di harapkan memanfaatkan dana ini dengan penuh tanggung jawab karena semua pelaksanaanya di lakukan secara swakelola oleh panitia yang di bentuk oleh sekolah. Anggran dari pusat langsung turun ke rekening sekolah penerima melalui skema cash transfer. Sementara pihak sekolah wajib membuat panitia pelaksana revitalisasi yang akan mengelola seluruh tahapan pembangunan

SMP Negeri 1 Gembong tahun 2025 mendapat program revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Direktorat Jenderal PAUD DASMEN Kementerian Dasar dan Menengah tahun 2025 sebesar 3.336.000.000 sumber dana APBN tahun 2025 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender (26 Juni s/d November 2025) oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 1 Gembong di bawah pengawasan Kejaksaan.

Kepala sekolah (Kasek) SMP Negeri 1 Gembong Dra Istiana, MPd saat dikonfirmasi awak media di sekolah pada Rabu (20/8/2025) mengatakan, ” Kegiatan revitalisasi ini adalah linknya ke kementerian. Dari dapodik di kasih ke SMP Negeri 1 Gembong langsung dapodik 2022. Dapodik di buat se-riil mungkin.

Tahun 2025 SMP Negeri 1 Gembong mendapat bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan sebesar 3.336.000.000, untuk kegiatan rehab 13 ruang, pembangunan laboratorium komputer 1, toilet 2, UKS 1,” kata Istiana.

Parah itu di atap. Dibuat sekian persen turun langsung kementerian dari sistem dapodik kementerian, ke dinas, dinas survey, PU juga terus di laporkan ke atas terus dapat,” terang Istana.

Semua bongkar tidak bisa tambal sulam. Jadi semua bongkar., atap bongkar semua. Awal menggunakan kayu, sekarang menggunakan baja ringan (galvalume), ” jelasnya

Disampaikan Istiana, kami kerjasama dengan empat toko, Mugi Barokah, yang lainnya lupa. Pembelian barang-barang apa semua, bahan-bahan apa yang diperlukan kerja sama dengan toko, kita hitung kebutuhan seminggu apa saja seperti pasir, baja ringan (galvalume), besi, setiap minggu butuh apa, terus kita transfer. Jadi semua serba transfer. SIPLah dan transfer, meminimalisir penarikan uang secara tunai.

Tambah kepala sekolah kepada awak media saat di konfirmasi dari anggaran sebesar itu piiyur saya tidak dapat sepeserpun semuanya di alokasikan tanpa ada sisa sedikitpun demi kemajuan sekolah,” ungkapnya

“Tunai cuma tukang, ” imbuhnya. u ntuk dana 70 persen di rekening panitia di P2SP, tapi itu kita tidak tahu wujudnya., kayak BOSS, jadi sistemnya sama kayak BOSS, jadi tranfer-transfer, SIPLah transfer, ” ucapnya.

Tidak ada rekanan, CV atau PT, tidak ada, tidak boleh. Memang swakelola, di panduan semua ada. Jadi kalau mau apa buka dulu, belajar dulu, ” tegasnya.

Ditambahkannya,, kita kan punya fasilitator juga dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memang di tunjuk untuk mendampingi untuk memfasilitasi dengan kementerian. Kita ada perencana, ada tim teknis, semua ada. Jadi ada dua yang di tunjuk dinas, memang kerjasama juga. Untuk panduannya perencana sama pengawas di tunjuk sama dinas.

Untuk konsultan teknik, tunjukan dinas. Yang perencana sama pengawas memang aturannya tunjukkan dinas. Yang P2SP melibatkan tokoh masyarakat, Komite Sekolah, yang dari guru, Kasek dan bendahara, “pungkasnya

 

Red…..(tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.