Gelar Latihan Pengendalian Massa, Forkopimda Pati Siap Antisipasi Situasi Kontijensi

by -16 Views

Pati,_Siberjatengnewstv//_23 April 2026 – Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Jl. Kol. Sunandar, Kecamatan Pati, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pengendalian Massa pada Kamis (23/4) mulai pukul 08.00 WIB s.d 09.15 WIB. Kegiatan ini digelar dalam rangka kesiapan mengantisipasi gangguan kamtibmas yang berimplikasi situasi kontijensi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pati Bp. Risma Ardhi Chandra, Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0718 Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, S.E., M.Han., Jaksa Fungsional Kejari Pati Bp. Fandi Isnan, S.H., M.H., perwakilan DPRD Bp. Danu Ikhsan, PJ Sekda Bp. Teguh Widyatmoko, AP., M.Si, Kepala Jasa Raharja Bp. Krisnadi K, serta pimpinan instansi terkait lainnya.

Latihan ini melibatkan 400 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polresta Pati, Kodim Pati, dan Satpol PP. Materi latihan disusun berdasarkan skenario tahapan eskalasi situasi sebagai berikut:

1. Tahap Hijau (Dalmas Awal)
Pada tahap ini personel melakukan negosiasi dan pembentukan formasi bersaf tanpa menggunakan tameng maupun helm. Tujuannya adalah memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi dengan pendekatan humanis dan tidak konfrontatif, serta memastikan aktivitas publik tetap berjalan. Tim negosiator ditempatkan di garda terdepan untuk berdialog langsung dengan koordinator lapangan.

2. Tahap Kuning (Dalmas Lanjut)
Jika situasi mulai memanas dan massa mulai melempar benda tumpul, dilakukan pergantian barisan (lintas ganti) dengan personel yang sudah dilengkapi perlindungan lengkap berupa helm, tameng, dan tongkat. Personel membentuk formasi berlapis yang berfungsi menahan dorongan massa. Penggunaan kekuatan pada tahap ini masih bersifat pasif-defensif, yaitu tameng digunakan untuk menangkis, bukan untuk menyerang, disertai imbauan keras agar massa membubarkan diri.

3. Tahap Merah (Situasi Chaos)
Jika situasi sudah dinyatakan rusuh atau kontijensi, dilakukan penanganan represif terukur. Personel melakukan teknik penguraian massa (Rai-Mas) untuk memecah konsentrasi massa. Dilakukan pula penggunaan alat khusus seperti water cannon untuk mendorong mundur massa dan memadamkan api, serta penembakan gas air mata untuk membubarkan massa secara cepat. Selain itu, dilakukan penangkapan terhadap provokator yang teridentifikasi.

Hasil Kegiatan
Selama pelaksanaan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh peserta latihan menunjukkan peningkatan kemampuan yang baik, terutama dalam pembentukan formasi dan koordinasi antar satuan di lapangan.

Analisa
Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif yang sangat penting mengingat potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi unjuk rasa yang berpotensi berujung anarkis. Kesiapan personel dalam pengendalian massa sangat menentukan keberhasilan penanganan situasi kontijensi agar tidak meluas.

Tindak Lanjut
Akan dilakukan pemantauan perkembangan situasi secara berkala dan melaporkannya kepada pimpinan.”pungkaasnya.

 

DUM

No More Posts Available.

No more pages to load.