Warga Mengadu Ke Omah Aspirasi Rakyat Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Paryanto Disdikbud Pati Mutasi Sejumlah Plt Kepsek

by -192 Views

PATI –Siberjatengnewstv//_Omah Aspirasi Rakyat mendapati aduan dari masyarakat soal dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Plt Sekertaris Dinas (Sekdin) Pendidikan dan Kebudayaan (Disidikbud) Kabupaten Pati, Paryanto.

Bang Leak selaku ketua LSM Aliansi Rakyat sekaligus bagian dari Omah Aspirasi Rakyat menyoroti adanya dugaan jual-beli jabatan yang dilakukan oleh Paryanto, dengan memindahkan sejumlah Plt kepala sekolah tanpa alasan yang jelas.

Kesewenang-wenangan dari Paryanto, kata Leak, tercium dengan jelas karena sebelumnya dirinya merupakan Sekdin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru beberapa hari merangkap menjabat Plt Sekdin di Disdikbud.

“Kami dari Omah Aspirasi Rakyat mendapati laporan dari masyarakat bahwa Plt Sekdin Disdikbud Pati yaitu Paryanto, memindahkan sejumlah Plt Kepsek SMP. Ini diduga ada jual-beli jabatan yang dilakukan oleh Paryanto,” kata Leak, Minggu 22 Februari 2002 6

Data yang dihimpun dari Omah Aspirasi Rakyat, ada 13 Plt Kepsek SMP yang diganti dari total 13 plt Kepsek,

Menurut leak ada yang aneh dari ke 13 plt yang di pindah tersebut, karena dari dua Kepsek SMPN 1 Pati dan SMPN 1 Tlogowungu tidak ikut di pindah, ada apa dengan kedua kapsek tersebut ko seolah ada yang spesial. Atau ada dugaan bermain suap. Katanya

Berdasarkan laporan dari masyarakat, lanjut Leak, prosesi pemindahan Kepsek yang dilakukan oleh Paryanto tidak melalui Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Kabupaten Pati.

“Pengusulan surat yang benar itu harus melalui mengetik, harus ada paraf Kasi GTK, Kabid, Sekdin, baru ke kepala Dinas Pendidikan. Proses itu tidak dilalui,

Paryanto langsung daru bagian pengetikan diberikan ke Sekdin, terus Sekdin disodorkan ke Plt Bupati. Plt Chandra kemudian minta kepala dinas untuk tanda tangan dan langsung dibawa ke BKPSDM,” imbuh Leak.

Leak berharap, pergantian ini dibatalkan oleh Paryanto karena dianggap memperkeruh suasana internal Disdikbud. Padahal sebelumnya, ketika Paryanto digeser ke DLH, situasi mulai kondusif karena tidak ada campur tangan Paryanto yang sok berkuasa.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disidikbud Pati Sunarji, mengaku tidak tahu menahu prosesi pemindahan sebanyak 11 Plt Kepsek tersebut. Yang ia ketahui, dirinya hanya tandatangan surat pemindahan yang sudah diketik oleh bidang GTK atas perintah Paryanto.

“Harusnya mekanisme melalui saya, tetapi saya hanya tandatangan surat pemindahan tersebut,” jawab Sunarji.

Sayangnya saat hendak dikonfirmasi baik di kantor Disdikbud maupun di DLH, Paryanto tidak ada diruangan dan terkesan menghindar.

 

Red….JJ

No More Posts Available.

No more pages to load.